Duduk berpeluh,
Satu titik tak jelas kupandang,
Melongo macam orang dungu
Menari bayangmu
layaknya ingin terbang
sanubari melempar batu
terkenaku,
menggapaimu tak ingin lepas.
Ingin,
Duduk berdua berteduh pohon.
Entah sampai kapan
Menikmati manis, buah.
Semoga beriring,
Rencana ini dan Dia
Media tulis, tentang apa yang kusuka, ide yang muncul dan celotehan sembarangan
Rabu, 09 Mei 2012
Minggu, 06 Mei 2012
Pasar Buah, Buah Perasaan?
Hari itu ibu membeli buah.
Mendapatkanmu kelak adalah anugrah.
Dimulai mengambil alpukat
Tanya, bisakah kumendekat?
Memandang buah apel tak jemu jemu
Siapa itu di kursi hatimu?
Beralih sejenak ke bungkus daun jati
Bisakah dia ku ganti?
Melihat Buah Manggis,
Kau lihat diluar angkuh, ingkari isi yang menangis.
Adik kecil di samping melempar sebutir Buah Anggur,
Tak kau sadar berapa harapan terkubur?
Menanti dalam keheningan.
Mendapatkanmu kelak adalah anugrah.
Dimulai mengambil alpukat
Tanya, bisakah kumendekat?
Memandang buah apel tak jemu jemu
Siapa itu di kursi hatimu?
Beralih sejenak ke bungkus daun jati
Bisakah dia ku ganti?
Melihat Buah Manggis,
Kau lihat diluar angkuh, ingkari isi yang menangis.
Adik kecil di samping melempar sebutir Buah Anggur,
Tak kau sadar berapa harapan terkubur?
Menanti dalam keheningan.
Langganan:
Postingan (Atom)