Rabu, 09 Mei 2012

Malam Melongo

Duduk berpeluh,
Satu titik tak jelas kupandang,

Melongo macam orang dungu

Menari bayangmu
layaknya ingin terbang

sanubari melempar batu
terkenaku,
menggapaimu tak ingin lepas.

Ingin,
Duduk berdua berteduh pohon.
Entah sampai kapan
Menikmati manis, buah.

Semoga beriring,
Rencana ini dan Dia

Minggu, 06 Mei 2012

Pasar Buah, Buah Perasaan?

Hari itu ibu membeli buah.
Mendapatkanmu kelak adalah anugrah.
Dimulai mengambil alpukat
Tanya, bisakah kumendekat?


Memandang buah apel tak jemu jemu
Siapa itu di kursi hatimu?
Beralih sejenak ke bungkus daun jati
Bisakah dia ku ganti?


Melihat Buah Manggis,
Kau lihat diluar angkuh, ingkari isi yang menangis.
Adik kecil di samping melempar sebutir Buah Anggur,
Tak kau sadar berapa harapan terkubur?
Menanti dalam keheningan.

Senin, 30 April 2012

Proposal Hidupku, Berikan yang Terbaik Ya Rabb

Bangun pagi, menghirup udara segar. Itu hidup. Hidup merupakan anugrah yang diberikan Allah ‘Azza wa Jalla kepada hamba-Nya. Karunia yang diberikan untuk memberi kesempatan kepada kita makhluk untuk beribadah kepada-Nya. Banyak arti hidup bagi orang lain, namun bagiku hidup terlalu singkat. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk bersedih. Hidup terlalu singkat untuk dilewatkan begitu saja. Aku ingin buat hidupku berarti, buat orang di sekitarku. Membuat hidupku terasa lebih panjang dengan mensyukuri nikmat-Nya.
Mencuri quote dari salah satu buku kuliah “If you fail to plan, then you plan to fail”. Jika kita ingin bahagia atau pun sukses yang hakiki tak bisa kita jalani hidup seperti air mengalir. Jalani dengan rencana yang optimis diiringi kerja keras dan doa. Rencana begitu penting, penting untuk suksesnya suatu kegiatan. Penting juga untuk kesuksesan hidup kita. Satu prinsip tentang rencana yang perlu diingat “Kita punya rencana untuk hidup kita, namun perlu diyakini Allah ‘Azza wa Jalla mempunyai rencana yang lebih sempurna, terus bekerja keras dan berdoa yang bisa kita lakukan”

Tak ada kata terlambat untuk berencana dan inilah proposal hidupku:
1. Kelebihan/Potensi dan Hobi
Sebelum merencanakan sesuatu untuk suatu perjalanan, ada baiknya mengetahui bekal apa yang dimiliki. Kelebihan, potensi dan hobi merupakan bekal awal perjalanan.
Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Beberapa potensi diri yang secara pribadi aku ketahui:
  • Bisa disiplin, apalagi masalah kuliah atau perkara yg wajib.
  • Teacheble, aku orang yang mudah mengikuti perintah. Bisa dibilang penurut.
  • Kemauan belajar sesuatu hal yang baru.
  • Teliti/cepat bekerja mungkin kurang, tetapi kuat dalam menghadapi tekanan.
  • Mempunyai sedikit Intelegensi Kinestetik-badani, namun kurang dilatih.
  • Kepekaan terhadap perasaan orang lain.
    Potensi-potensi tersebut masih belum berkembang secara maksimal, tapi dengan potensi tersebut saya yakin bisa menjadi modal awal untuk menjadi orang yang berguna untuk orang di sekitarku.
Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. Ada beberapa hobi yang aku punyai, seperti:
  • Karate/Material Arts
  • Running, melepas penat dan meningkatkan hormon endhorphin.
  • Parkour, salah satu jenis olahraga urban.
  • Berenang
  • Menonton Anime atau pun Dorama / membaca Manga
  • Memasak, meskipun sadar tidak bisa memasak, tapi keinginan itu kadang muncul.
  • Main “Pump It Up”, kesenangan baru pelepas penat.
  • Papercraft, untuk melatih kesabaran dan ketelitian sekaligus membuat replika tokoh kesenangan.
    Aku yakin semakin dengan berjalannya waktu hobi ini akan bertambah, dan sebagian terkurangi, namun apapun itu hobi dapat menjadi sarana pelepas penat dan jika digeluti dengan serius bisa memberi manfaat tersendiri.
2. Hal apa yang ingin dicapai di kehidupan ini (diuraikan)
Banyak hal yang ingin pribadi ini dapati di kehidupan ini. Sesuatu yang paling ingin dicapai / menjadi prioritas adalah sebagai berikut dalam rentang usia:
a.    Usia 21
  • Hal yang utama adalah menjadi Alumnus STAN D3 Akuntansi Pemerintah dengan IP di atas 3,4
  • Hafal Juz 30. Merasa terlambat untuk hal ini. Akan tetapi selama hal itu baik, tak ada kata terlambat untuk memulainya.
  • Punya Blog yang produktif
b.    Usia 22
  • Menjadi Pegawai Negeri Sipil di Kementrian Keuangan. Semoga masuk di Setjen atau DJA atau BPPK.
  • Mempunyai motor pribadi. Motor biasa 125 cc berwarna biru rem double cakram.
  • Mulai mencicil membangun rumah dengan membeli tanah. Tanah di lingkungan yang asri, ramah, nyaman, aman serta bisa digunakan bercocok tanam.
c.    Usia 23
  • Mempunyai dojo / tempat latihan karate dan partner berlatih.
  • Membiayai sekolah adik bungsu.
  • Bisa berbahasa Jepang. Baik tulisan maupun percakapan formal/informal.
  • Mengambil Program S1 Manajemen
d.    Usia 24
  • Pergi ke Honbu Kyokushin Karate di Jepang bersama Senpai
  • Punya usaha ternak / sayur / buah.
  • Mengambil Program S1 Psikologi
e.    Usia 25
  • Menikah,
  • Naik tingkat dari Dan 1 ke Dan 2.
f.    Usia 26
  • Mempunyai anak pertama.
  • Membuat usaha dengan teman.
  • Lulus kuliah S1 Manajemen
g.    Usia 27, 28, 29
  • Membangun rumah. Rumah sederhana, ada tempat latihan / olahraga. Hanya ada satu TV dan ruang komputer tersendiri.
  • Mempunyai anak kedua.
  • Lulus Kuliah S1 Psikologi
  • Melanjutkan S2 Manajemen Sumber Daya Manusia ke luar negeri, ingin ke Jepang atau Eropa atau China
  • Memberangkatkan orang tua berhaji/bermain ke luar negeri
h.    Usia 30-35
  • Sudah mempunyai rumah
  • Membeli mobil, cukup untuk 6-8 orang.
  • Usaha terus dikembangkan, dan tambah usaha baru
  • Tetap bekerja, menghidupi keluarga menambah momongan.
  • Tetap membuka usaha, membantu teman-teman degan membuka usaha.
  • Membuka dojo baru
  • Naik Haji bersama istri
i.    Usia 35-40
  • Membuat buku tentang Kyokushin Karate
  • Naik dari Dan 2 ke Dan 3 Kyokushin Karate
  • Menikmati karir, Mendidik anak mengambil S3
  • Membeli tanah untuk ditanami keperluan pokok
j.    Usia 40-50
  • Fokus ke usaha.
  • Menikmati karir
  • Naik dari Dan 3 ke Dan 4 Kyokushin Karate
k.    Usia 50-60
  • Menikmati masa pensiun
  • Menikmati hobi-hobi kecil
  • Menikmati kesuksesan hakiki

3.    Kemampuan yang ingin dikuasai
  • Kemampuan me-manage Dojo (tempat latihan karate).
    Dojo, tempat latihan karate membutuhkan keahlian khusus untuk menjalakan dan membesarkannya. Dibutuhkan komitmen tinggi dan kesediaan pengorbanan waktu untuk melatih.
  • Kemampuan berbahasa Jepang dan bahasa Inggris
    Bukan hanya bahasa sehari-hari seperti di anime/dorama tapi lebih ke bahasa formal.
  • Kemampuan dalam ilmu Psikologi
    Ingin menggunakannya untuk mengenal lebih deka orang sekitarku, memahami mereka, mendekat dengan mereka
  • Kemampuan memasak, memasak makanan sehari-hari dan sedikit bisa roti/camilan-camilan kecil
  • Kemampuan berternak dan bercocok tanam
    Berternak ikan atau unggas, bercocok tanam tanaman sayur dan buah, sedikit merawat anggrek.
  • Kemampuan dalam hal olahraga
    Olahraga seperti, Karate, Pernapasan, Aikido, Ken-do, Parkour, Berkuda dan Memanah Selain untuk menjaga kesehatan juga untuk menjaga diri dan orang yang ingin kita lindungi.

4.    Ingin pendidikan seperti apa
Pendidikan formal:
a.    Ilmu Psikologi
b.    Ilmu Manajemen/Ekonomi/Akuntansi
c.    Ilmu Hukum

Pendidikan non-Formal
a.    Menjadi Uchi-desu di Dojo Honbu
b.    Ilmu terapi alternatif

5.    Kolom Statistik Sifat Pribadi yang ingin;   
|No.|Dibuang        |Dikurangi         |Ditingkatkan  |Diharapkan         |
| 1.  |Takut gagal   | Ketidaktelitian |Humor/Santai|“Gapyak”           |
| 2.  |Malas            | Keteledoran   | Ramah         |Risk Taker         |
| 3.  |Sombong       | Emosional      |Optimisme    |Peduli                |
| 4. |Suka begadang|Pemendam    |Kemandirian  |Pantang menyerah|
| 5.  |Cepat bosan  |                       |Kesabaran    |Teliti dan Tekun   |
| 6.  |                     |                       |                     |Leadership          |

6.    Harapan dan Do’a
Rencana yang saya rencanakan akan kucoba raih sekuat tenaga dan sekuat doa. Urusan hasil kuserahkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Doa dan Dukungan dari orang tua sangat aku butuhkan. Dari adik-adikku, dari saudara-saudaraku dan teman –temanku serta para rivalku. Akan kuperjuangkan apa yang ingin kuraih.

Senin, 26 Maret 2012

Ringkas Cerita Perjalanan

(foto masa kecil)
Taufik Harry Ramdani, Seorang anak laki laki keturunan Sunda-Jawa lahir di Dili,Timor Leste 21 tahun yang lalu. Anak Sulung dari tiga bersaudara. Dari Kecil sudah terbiasa hidup berpindah-pindah.hingga kelas tiga SD mulai menetap di Jawa, Jogjakarta tepatnya. Diasuh oleh Budhe, sebagai wali di Jogja sembari ayah dan ibu bekerja di Timor-timur kala itu.Besar dg adat Jawa pada umumnya, aku juga membawa nilai-nilai sopan santun jawa (unggah ungguh). Namun didikan ayah yang besar di NTT membuat watak keras juga ada dalam diriku.
Desa yang terbagi dua pergaulan, sisi A pergaulan yang buruk, dan sisi B pergaulan yg agamis, membuatku paham apa itu yang baik dan apa itu yang buruk. akan tetapi pergaulan yg buruk itu juga memberi pelajaran, akan pentingnya "tepung tangga"/bersosialisasi di masyarakat jawa, Bantul khususnya. hal itu terasa ketika ada "Layatan", "Mantenan", "Syukuran" maupun dalam hal bergotong royong. Sempat pindah juga ke daerah Pleret, Bantul sisi timur ikut tinggal di rumah dinas ayah yg telah pindah tugas karena Pro-Kontra Pemisahan diri timor-timur. disini aku besar juga selayaknya anak laki-laki lainnya, bermain bola, gundu, kejar-kejaran bahkan kadang berkelahi. (hehe). Hingga pada saat SMA, aku kembali pindah ke desa dimana kakek dan budheku tinggal.

Masa SMA awalnya tak ada sama sekali yang ku kenal, hingga aku menjadi pribadi yang pendiam. memang awalnya sudah menjadi Introvert, kemana mana sendiri, pendiam, bahkan terkesan garang/menakutkan oleh sebagian temanku. Meski pendiam, aku menghabiskan waktu lebih banyak di SMA daripada dirumah, baik dengan organisasi SMA, Ekstra Karate, Paskibra, di masa SMA ini aku merasa mulai tumbuh perubahan pola pikir. Di masa SMA ini awal kalinya mengenal perasaan cinta.

 (foto semasa SMA)

Cita-cita yang awalnya ingin menjadi AKABRI tidak kesampaian lantaran umur yang waktu itu masih belum memenuhi persyaratan minimal yakni 18 tahun. Hal inilah yang membuat aku beralih pikiran untuk melanjutkan pendidikan dulu di universitas swasta. Sebelum memulai perkuliahan, Ibundaku menyarankanku untuk melanjutkan kuliah di STAN. Alhamdulillah diterimalah aku di STAN.

Pola pikir yang terlalu “spaneng” dan serius mulai terkikis di STAN, meskipun mata kuliahnya “ga nyantai” tapi kehidupan di kampus ini terbilang lebih santai daripada kehidupanku di masa SMA. Kesantaian ini bertambah ketika aku harus kembali kuliah setelah menjalani cuti sakit selama hampir setahun. Semasa cuti aku menggunakan waktu untuk mengambil ujian Dan 1 Kyokushin Karate. Alhamdulillah salah satu target tercapai.

Setelah mengikuti kuliah, bertemu teman-teman yang fresh. Membuat awalnya aku pendiem menjadi “pendiem”. Mulai juga mengenal Parkour, olahraga yang membuat hati merasa lebih bebas. Sebagai wahana melepas penat. Paradigma-paradigma tentang masa depan mulai terbuka. Sekarang menjadi pribadi yang lebih fleksibel untuk bergaul namun tetap saja Introvert.hoho.
Ceplas-ceplos tentang aku mungkin sekian saja. Chaaooo!

Bookmarks